Senin, 08 Oktober 2018


MANAJEMEN KEUANGAN SYARIAH
Asal mula kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis Kuno dari kata menagement, yang memiliki artiseni melaksanakan dan mengatur. Pengertian secara bebas Manajemen berarti sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Menurut Wikipedia bahwa Keuangan dari bahasa Inggris Yaitu: finance. Berarti keuangan mempelajari bagaimana cara mengetahui berbisnis individu, meningkatkan organisasi, mengalokasi, menggunakan sumber daya moneter dengan sejalannya waktu, dan juga menghitung risiko dalam menjalankan proyeknya. Istilah keuangan berarti:
·         Ilmu keuangan dan aset lainnya
·         Manajemen aset tersebut
·         Menghitung dan mengatur risiko proyek
Manajemen Keuangan Syariah adalah sebuah kegiatan manajerial keuangan untuk mencapai tujuandengan memperhatikan kesesuaiannya pada prinsip-prinsip syariah.Prinsip syariah pada aspek keuangan meliputi :
1. Setiap perbuatan akan dimintakan pertanggungjawabannya.
Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepadaKami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, merekaitulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan;dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga). (QS. As Sabaa 34; 31)
2. Setiap harta yang diperoleh terdapat hak orang lain.
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yangtidak mendapat bagian (QS. Adz-Dzariyaat 51; 19). Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kamiberikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS.Al Baqarah 2; 254) Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166]adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulirseratus biji. Allah melipa gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.Al Baqarah 2; 261)
3. Uang sebagai alat tukar bukan sebagai komoditi yang diperdagangkan.
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orangyang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalahdisebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahalAllah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampaikepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apayang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (QS.Al Baqarah 2; 275) Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (Qs. Ar Ruum 30; 39)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar